Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Oktober 2020

[Puisi] Oktober Terbaik

 



Harapan baru sudah dilambung tinggikan sejak kedatanganmu

Duka yang terlewat semoga berganti suka yang indah

Menyajikan senyum merekah hingga kepulangan 


Bau hujan tak lagi sama

Bahkan angin kencang yang berhembus lirih membisikkan sebuah rasa lara yang berganti ceria

Dari luka lama yang perlahan memulih


Pucuk yang malu malu tumbuh

Sekarang mulai menghiasi sebatang pohon yang hampir mati

Hamparan rumput hijau bermunculan

Menghidupkan ladang hati yang gersang


Sedu sedan di gelap malam

Terganti fajar yang temaram

Makin terang, makin tentram

Menapaki langkah baru yang semula pilu


Ruang kosong itu kini tak lagi ada

Semenjak Oktober membuka mata

Memberinya isyarat bahwa ini sudah waktunya


Waktu kian mendekati

Kau yang menetap

Menjadikan Oktober terbaik yang pernah kumiliki


Indonesia, 13 Oktober 2020

Oleh: 

1. Lilik Mar'atus Sholeha

2. Rosidah

3. Lulu Dewi Saputri

4. Anisah Arrisahdini

5. Chicilia Rosa Linda Keban

6. Lutfiah Hesti

[Puisi] Luka Oktober




Oktober menyeretku dalam ingatan kelam

Duri-duri memori lalu menghujam dalam

Hatiku meredam


Terbayang kala raganya menjauh

Tanpa sedikit pun menoleh

Aku rapuh, hatiku riuh


Aku bunga yang layu kala senja

Bersama luka yang kubiarkan berkelana 

Mungkin memang Tuhan tak mentakdirkan kita bersama


Ranting-ranting yang mulai gugur

Kusematkan diksi indah sebagai pelipur

Biarkan ia jatuh dengan bahagia, tanpa lagi merasa kecewa


Biarkan saja kali ini luka tertawa

Menginjak-injak rasa yang tak lagi berupa

Hingga tiba saatnya, tak ada luka yang mampu bersua


Yang mengerjakan kelompok G


1. Rohaya Fadilla

2. Raisya

3. Riska Awaliya

4. Haflah

[Puisi] Fantasi Senja Hari

 


Oleh Fera Dwi Haryati


Meneguk perlahan secangkir kopi

Sambil menatap bagaskara yang akan pergi

Begitu indah afsunnya kali ini

Sebab saat ini kamu ada di sini


Namun itu hanyalah bagian dari khayalku

Nyatanya kini kamu bukan lagi milikku

Seiring dengan kepergian bagaskara hari itu

Kamu pergi dan membiarkan aku di dekap sendu


Sungguh aku bahagia

Meski hanya mampu menghayalkanmu di bawah langit jingga

Biarlah setiap luka menjadi nikmat paling lara

Sampai suatu hari nanti mengering dengan sendirinya


Kalimantan Timur, 15 Oktober 2020

[Puisi] Kita Berpayung Rindu

 


Oleh Nursid


Rinai menjelma titik-titik rindu

Berpangku angin menderu

Berselimut dingin 

Terpaku


Gelombang sunyi terdampar semu

Sontak teringat senyummu

Memecah sanubari

Renungku


Manjamu

Berderet tangisku

Bunyi rinai menyedihkanku

Kau pergi jauh tinggalkanku


Kita

Sebilah kisah

Menyadarkan semua mimpiku

Masa lalu menohok dadaku




Banten, 15 Oktober 2020

[Puisi] Kacau

 


Oleh Fauzan Cahyoko


semalam obrolan kita semakin hangat

topik kita saling memikat

lalu kau nyletuk memanggilku, "Mas."


saat itu, 

aku rasa napasku telah berhenti

tiada lagi yang namanya detak jantung

kagetnya bukan main!

lalu, matamu dan mataku saling bertabrakan

pipimu semakin memerah

akupun memalingkan wajah


maaf, semalam aku terlena

Mengkhayal tentang semua perasaanmu padaku


Yogyakarta, 15 Oktober 2020

[Puisi] Kenangan


Gejolak mengikis keadaan

Sayup menerpa kekosongan

Redup hati tak tertahan


Melihat jemari menggenggam

Sosok lain yang masih temaram

Di beranda malam


Perih tetap kunikmati

belati menancap di hati

Tak terperi


Mencintaimu ialah perihal ikhlas

Meski hati selalu na'as

Kerap tak berujung balas


Aku baik-baik saja

Kala senyummu melengkung untuknya

Hingga laraku sirna


Tak apa takdirmu menentangku

Pergi saja angin lalu

Siapku melupakanmu


Meski aku tenggelam dalam ingatan

Meski lara di sekujur badan

Kupastikan rasa ini mati perlahan


Keping rindu terukir perih

Meratap jiwa kian lirih

Euphoria hati berujung pedih


Purnama melalapmu perlahan

Untuk hati yang kini kulepaskan

Kusebut itu kenangan


Pertiwi, 13 Oktober 2020


Oleh: 

1. Marzuqotun Najiyah

2. Fauziyah Handayani

3. Triana Valentina A

4. Mila Naura

[Puisi] Elegi Cinta

 

Oleh Dessy Kurniawati


Dinginnya malam berbalut sepi

Sendiri, ku tenggelam dalam emosi


Tidak pernah ada yang tahu

Kapan ia memulai perjalanan asmaraloka

Dan berhenti dari kefanaan


Tidak pernah ada yang tahu

Hirap cinta bisa menghujam lara

Mengoyak kalbu dan logika


Kimak, 15 Oktober 2020